Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Rokok elektrik atau yang dikenal dengan vapor saat ini sudah menjadi gaya hidup. Alat isap tersebut digadang-gadang telah menjadi pengganti rokok konvensional (t3mbakau). Namun, hingga kini vapor belum bisa dipastikan aman 100 persen bagi kesehatan.

Ya, kepulan asap yang dihasilkan dari isapan vapor memang membanggakan bagi penikmatnya. Sebagian di antara mereka berlomba mengeluarkan asap hingga membubung tinggi. Penikmat vapor pun bukan hanya mantan perokok konvensional, tetapi ada pula yang hanya mengikuti tren.

Dokter spesialis paru RSUD Sidoarjo dr Dwiraras Radityawan SpP mengatakan, dalam bahasa medis, vapor kerap disebut electronic nicotine delivery system (ENDS). Yakni, suatu tren baru yang bertujuan menggantikan rokok konvensional. Tren penggunaan vapor baru dimulai pada 2003. Penemunya adalah salah seorang apoteker di Tiongkok. ’’Sebenarnya tujuan diciptakan vapor ini lebih bagus dari sisi kesehatan dibandingkan dengan harus merokok konvensional,” katanya.

Penelitian penggunaan vapor, lanjut dia, juga masih belum panjang, yakni sekitar 10 tahun. WHO dan BPOM hingga kini belum bisa merekomendasikan rokok elektrik tersebut aman 100 persen. ’’Dari rokok elektrik ini, orang diharapkan tidak bergantung pada rokok konvensional,” ujarnya.

Dwiraras mengungkapkan, ada empat komponen kandungan vapor. Yakni, micro glycerin, propylene glycol, essence, dan ’’nikotin”. Selama ini vapor dikenal tanpa nikotin. Hal itu tentu tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan. Namun, ketika dalam kandungan vapor ada nikotin, risiko terhadap kesehatan tubuh tentu tetap ada. ’’Meski telah diklaim kandungan nikotin pada vapor berkurang, belum ada yang bisa menjamin,” ungkapnya.

Berdasar penelitian asosiasi kesehatan di Amerika, lanjut dia, belum ada penemuan yang menyebutkan bahwa penggunaan vapor 100 persen aman. Sebab, vapor masih menimbulkan potensi kanker, radang paru, asma bronkial, dan gangguan jantung. Ada pula penelitian dari Food Drug and Association yang menyatakan bahwa nikotin cair pada vapor mengandung karbonil. ’’Ini ditengarai menjadi penyebab kanker,” katanya.

Dwiraras menuturkan, BPOM hingga saat ini tidak merekomendasikan penggunaan vapor karena memang belum ada penelitian ilmiah yang melatarbelakanginya. Apabila dalam kandungan vapor terdapat senyawa nitrosamine dan karbon monoksida, di kemudian hari bisa terjadi kanker. ’’Vapor aman, tetapi bergantung isi kandungannya,” ujarnya.

Menurut dia, jika tanpa cairan nikotin, vapor akan lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, yang disayangkan ketika cairan nikotin pada vapor disebutkan tidak sesuai dengan sebenarnya. ’’Sebaiknya juga lebih waspada dalam melihat kandungan vapor,” katanya.

Penggunaan vapor juga berisiko terhadap kesehatan tubuh. Dwiraras menjelaskan, hasil isapan vapor adalah asap. Karena itu, penggunaan vapor lebih berisiko ketika di ruang tertutup. Jika asap tersebut terkena seseorang yang sensitif dan terjadi reaksi iritasi, bisa terjadi hambatan saluran pernapasan atau asma akut. Selain itu, suhu menentukan kesehatan. Sebaiknya vapor digunakan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Sebab, suhu yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan kadar nikotin yang dikeluarkan semakin tinggi pula. ”Sebaiknya perlu diperhatikan ruangan dan suhu,” jelasnya.

Selain itu, pencinta vapor harus lebih teliti terhadap kandungannya. Jika kandungannya hanya micro glycerin, propylene glycol, dan essence, vapor masih aman. Tetapi, kalau ada kandungan nitrosamine, vapor bisa mengakibatkan kanker di kemudian hari. Kandungan nikotin itu juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, adrenalin meningkat, dan ketagihan. ’’Kalau kandungan nikotin tetap dibiarkan, kan sama saja dengan pakai rokok konvensional,” tandasnya. (Sumber: Jawapos/JPG)
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.