Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Detik-detik ketika jenasah berenang dan pengantarnya melawan arus banjir. (foto : felek wahyu)
Semarang - Jenazah berenang menyeberangi sungai? Ya benar, ada cerita soal jenazah yang 'berenang' menyeberangi sungai sebelum dikebumikan.

Kisah jenazah 'berenang' ini selalu terjadi ketika ada warga Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ketika meninggal dunia. Jenazahnya harus berenang sekitar 100 meter menyeberangi Sungai Lusi.

Jangan heran jika para pelayat yang mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir juga berada di antara garis hidup dan mati. Kisah pengantar jenazah itu pun semakin tegang saat Sungai Lusi banjir. Karena bisa jadi akan menimbulkan korban banjir yang baru.

Seperti peristiwa yang terjadi pada Rabu 8 Februari 2017 kemarin ketika Jinem, warga setempat meninggal dunia. Sebagaimana umat muslim lain, jenazah Jinem segera dimandikan, lalu disolatkan, dan hendak dikubur. Jenazah Jinem harus dimakamkan di seberang sungai, satu-satunya tempat pemakaman yang paling dekat.

Kesibukan warga seketika meningkat. Tak hanya merawat jenazah, namun juga menyiapkan infrastruktur untuk membawa jenazah ke makam. Sebab sekitar 150 meter dari makam, jenazah dan pengantarnya dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus menyeberangi Sungai Lusi selebar 100 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter.

"La ilaha ilallah…la ilaha ilallah," gema tahlil menandai pemberangkatan jenazah Jinem. Para pengantar pun berjalan beriringan, memanggul jenazah Jinem di dalam keranda.

Tiba di tepi sungai, kesibukan berubah. Warga meletakkan keranda jenazah Jinem di atas rakit yang terbuat dari pipa paralon. Para pengantar jenazah juga fokus pada penyeberangan jenazah. Suara tahlil pun menghilang.

Di antara para pengantar, Jumeno bersama Jupri, Masruri, dan Marjuki mendapat tugas mengawal jenazah Jinem menyeberang sungai. Hingga sekitar 50 meter mereka berenang menyeberangi Sungai Lusi, semua masih lancar. Namun setiba di tengah sungai, mereka baru menyadari bahwa arus sungai semakin deras. Rupanya Sungai Lusi mulai banjir.

Baca Selanjutnya
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.