Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Ilustrasi
StatusAceh.Net - Tim Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap seorang terpidana korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 4 tahun silam.

Kepala Kejari Banda Aceh Husni Thamrin melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Banda Aceh Muhamad Zulfan di Banda Aceh, Selasa, mengatakan terpidana korupsi itu adalah Teuku Rahmit Suheri (63).

"Terpidana ditangkap di Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (6/2) pukul 20.00 WIB. Saat ditangkap, terpidana tidak melakukan perlawanan," kata Muhammad Zulfan.

Dari Padang Tiji, tim jaksa membawa terpidana Teuku Rahmit Suheri ke Kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh.' Usai menjalani proses administrasi, terpidana dibawa ke Lembaga Permasyarakatan Banda Aceh di kawasan Lambaro, Aceh Besar.

Didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh Hilmawan, Muhammad Zulfan mengatakan bahwa terpidana divonis 1 tahun penjara karena terbukti korupsi pembangunan pasar hewan di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh,

Anggaran proyek tersebut mencapai Rp 700 juta yang bersumber dari APBK Banda Aceh 2008. Proyek itu milik Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Banda Aceh.

"Pengadilan memvonis terpidana pada tahun 2012. Terpidana merupakan direktur perusahaan yang menjadi pelaksana proyek. Saat persidangan, terpidana tidak ditahan," katanya.

Selain dihukum kurungan badan, terpidana Teuku Rahmit Suheri juga dihukum membayar denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 101 juta.

"Uang pengganti sudah dibayar terpidana. Sekarang ini, terpidana Teuku Rahmit Suheri hanya menjalankan pidana kurungan badan," kata Muhammad Zulfan.

Sumber : Antara
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.