Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Barang bukti kelompok pembunuh bayaran bersama para tersangka dihadirkan pada gelar kasus penembakan pemilik toko airsoft gun, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (22/1). Polisi berhasil menangkap delapan tersangka bersama otak pelaku, dua diantaranya tewas ditembak dengan barang bukti tiga senjata api. 

Eksekutor Penembakan Kuna

MEDAN – Polisi menembak mati seorang warga Aceh yang diduga terlibat pebunuhan Indra Gunawan alias Kuna (45), pemilik toko penjualan dan perawatan senapan di Jalan Ahmad Yani, Medan Barat. Sebanyak tujuh tersangka yang sudah ditangkap diprediksi bakal bertambah.

Awaluddin alias Putra (51), warga Jalan Elang, Lorong Merpati, Banda Aceh, tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Minggu (22/1) sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho menuding Putra sebagai eksekutor yang menembak Kuna pada Rabu (18/1) pagi lalu.

Tindakan tegas ini diakuinya terpaksa dilakukan petugas, karena pelaku tidak kooperatif. Ketika akan diboyong ke Polda Sumut, Putra diklaim memberikan perlawanan yang mengancam keselamatan petugas.

Selain Putra, tersangka lain Rawi Indra (40), warga Jalan Waru, Medan juga ditembak mati. Pria keturunan India ini disergap dari sebuah hotel di Jalan Sei Wampu, Medan, pada Minggu (22/1) pukul 04.00 WIB. Pelaku sempat menyerang petugas dengan samurai, sehingga langsung ditindak tegas.

“Tersangka Rawi ini orang yang menyuruh melakukan penembakan. Sementara Awaluddin alias Putra sebagai eskekutor,” kata Sandi.

Pelaku lainnya, Jo Hendal alias Jon (41), warga Jalan Sukaraja, Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara, ditangkap di Jalan Karangsari, Medan Polonia, sekira pukul 01.30 WIB.

Jon diketahui berperan sebagai joki sepeda motor yang membonceng Putra ketika mengeksekusi korban.

Sementara itu, Chandra alias Ayen (38), warga Jalan Tulang Bawang, Medan Petisah, bersama Jon Marwan Lubis alias Ucok (62) penduduk Jalan Sei Deli, Medan, ditangkap karena menerima perintah Rawi untuk menyembunyikan pistol yang digunakan untuk menembak korban.

“Keduanya turut diamankan karena menerima titipan senjata api milik tersangka Rawi. Kami menemukan tiga pucuk pistol yang disembunyikan di kandang ayam rumah Ucok,” beber Sandi.

Penembakan 2014

Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan bahwa pembunuhan ini sudah direncankaan sejak tiga tahun lalu. Eksekusi ini sebelumnya pernah dilakukan pada 5 April 2014 oleh Wahyudi alias Culun (33), warga Jalan Karya Jaya, Gang Karya Ikhlas, Medan Johor dan M Muslim (31) penduduk Jalan Sampali, Medan Area.

Namun, ketika itu keduanya salah sasaran, karena tembakan yang mereka lepaskan justru mengenai Wiria yang merupakan karyawan Kuna. “Mereka sempat ditawari lagi untuk menembak korban, tapi ditolak,” kata Rycko di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (22/1) siang.

Rycko mengakui kasus yang terjadi tiga tahun lalu itu menjadi titik terang pengungkapan kasus ini. Dari keterangan Culun dan Muslim (pihak yang pertama kali mereka amankan), tim penyelidik akhirnya dituntun kepada kelompok pembunuh bayaran ini.

“Mereka ini hanya pelaksana, ada otak pelaku yang merancang pembunuhan ini,” lanjut Rycko. Tapi ia memastikan pelaku tersebut sudah diamankan saat akan melarikan diri ke Jambi. “Otak pelakunya sudah ditangkap di Jambi,” sambungnya.

Beredar informasi, otak kejahatan ini tak lain S Siwaji Raja yang saat ini menjabat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Siwaji bersama Ketua PHDI Sumut, Narensami, bahkan pernah melaporkan Kuna ke Polda Sumut pada 15 Februari 2015.

Dalam laporan itu Kuna dituduh telah menghina Narensami sebagai pencuri dan menuding Siwaji Raja secara sengaja membuka kafe untuk etnis India agar bisa mabuk-mabukan. Namun, belum ada konfirmasi apakah kasus tersebut berkaitan dengan pembunuhan Kuna atau tidak. (Tribunnews)

loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.