Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Jakarta - Sempat dihukum seumur hidup, WN Nigeria Ikechukwu Vitus Ekperechukwu akhirnya dijatuhi hukuman mati. Vitus beserta dua rekannya yaitu Karyati dan Lianah terbukti mengedarkan 44 kg sabu di Jakarta.

Kasus ini bermula saat Vitus mendapat perintah dari seseorang bernama Ekbere (DPO) di Johar Baru, Jakpus pada Juni 2015. Vitus kemudian meminta Lianah untuk mencari kendaraan. Selanjutnya, keduanya disuruh menuju Taman Palem, Cengkareng, Jakbar untuk mengambil sabu seberat 44 kg. Sedangkan peran Karyati adalah mengatur keuangan.

Pergerakan mereka terendus polisi. Komplotan itu lalu melarikan diri. Tapi pelarian itu terhenti karena petugas Polda Metro Jaya sudah membuntuti kartel tersebut. Vitus ditangkap di kosannya dan dua rekannya ditangkap di tempat terpisah.

Pada 29 Maret 2016, PN Jakpus menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi Vitus. Hukuman itu tidak sesuai dengan tuntutan mati yang diajukan jaksa sehingga jaksa mengajukan banding.

Permohonan banding dikabulkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 8 Juni 2016. Majelis hakim yang terdiri dari Sutarto, Syamsul Bahri Borut dan Sri Anggarwati mencoret hukuman seumur hidup dan mengubahnya menjadi hukuman mati.

Mengetahui hukuman mati di depan mata, nyali Vitus ciut dan buru-buru mengajukan kasasi. Tapi apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi Ikechukwu Vitus Ekperechukwu," kata majelis kasasi sebagaimana dilansir website MA, Jumat (9/12/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota Prof Dr Surya Jaya dan Sri Murwahyuni. Putusan yang mengantongi nomor perkara 2051 K/PID.SUS/2016 itu diketok pada 29 November 2016 lalu.(detik)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.