Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

15 korban tewas gempa di baringkan di atas sajadah dan tiker di sebuah tenda yang didirikan di Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Rabu (7/12). Foto oleh Habil/Rappler
Pidie Jaya - Sebuah ambulans melesat menuju gerbang masuk Meunasah atau Madrasah Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Rabu sore, 7 Desember 2016.

Lampu sirine yang berkedap-kedip seolah berteriak meminta jalan kepada kerumunan warga di lapangan meunasah. Ambulans tersebut membawa satu lagi korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu pagi.

Di halaman meunasah, ambulans itu berhenti. Beberapa petugas bergegas mengeluarkan sesosok tubuh yang tak lagi bernyawa ke dalam tenda kemudian membaringkannya di sana, di atas hamparan sajadah dan tikar.

Jenazah tersebut adalah korban ke-15 yang ‘datang’ ke Meunasah Desa Kuta Pangwa. Ia dibaringkan berjejer dengan 14 korban tewas lain. Tubuh mereka ditutupi kain.

Sejumlah warga tampak memadati tenda. Para ibu dan anak-anak menangis. Tampak pula seorang ibu duduk di samping jasad suaminya sambil melantunkan Surat Yaasin.

Ibu itu tak bisa lagi membendung air mata ketika melihat jasad suaminya bersama 14 jasad lain mulai dimandikan. Tak ada kata-kata keluar darinya. Hanya hafalan ayat suci yang lamat-lamat terdengar dari bibirnya.

Seorang warga menuturkan, saat gempa terjadi, ibu tersebut sedang berada di rumah bersama suaminya. Ia selamat karena hanya terjebak runtuhan dinding, sementara suaminya tewas tertimbun.

“Ke-15 korban ini berasal dari 9 kepala keluarga. Semuanya tertimbun di bawah reruntuhan rumah,” kata Sekretaris Desa Kuta Pangwa, Zulkifli, kepada Rappler, Rabu sore 7 Desember 2016.

Zulkifli sendiri bersama keluarganya menjadi korban gempa. Saat gempa datang, kata Zulkifili, ia sedang berbaring di tempat tidur menunggu azan subuh. Saat hendak mengambil wudu, tiba-tiba datang goncangan sangat keras.

Tubuhnya terhentak dan seluruh dinding rumahnya mendadak ambruk. Satu balok rumah tersebut jatuh menimpa kedua kakinya. “Saat itu saya berusaha keras mengangkat balok itu bersama barang timbunan lainnya. Alhamdulillah, dalam waktu 10 menit saya bisa lekas berdiri, bahkan berlari," ujar Zulkifli.

Ia bersyukur karena tak ada keluarganya yang tewas dalam insiden mengerikan ini. “Karena kami tidak terkena langsung reruntuhan rumah,” katanya.

Pembicaraan Rappler dengan Zulkifli terputus ketika seseorang memanggilnya, memberitahukan kuburan massal yang telah disiapkan. Zulkifli pun langsung bergegas menuju liang lahat yang dipersiapkan untuk memakamkan 15 korban gempa yang baru saja dimandikan. Sumber: Rappler.com
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.