Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Astuti, Istri korban (Muchlisin)Penembakan Aceh Timur 
StatusAceh.Net - “Aku pergi sama ayah sampai jauh sana. Kemudian saat mau naik kereta (sepeda motor-red) ayah ditembak, Azam menangis,” ungkap seorang warga mengutip pembicaraan Azam. Bocah empat tahun itu adalah anak Muchlisin (31), warga Gampong Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur yang tewas ditembak, Selasa (6/12) pukul 10.00 WIB di jalan Gampong Meunasah Keutapang, Kecamatan Darul Aman.

Ibu Azam bersama Astuti SPd. Saat ditanyai Serambi kemarin di RSUD dr Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, wanita itu mengaku bahwa Azam dalam keadaan sehat pascainsiden tersebut. Namun, ia tampaknya trauma karena sering mengucap bahwa ayahnya tewas ditembak.

Seperti dituturkan Astuti, saat suaminya berangkat dari rumah bersama Azam, sang istri sedang mengajar di SMP Idi Rayeuk. Sedangkan anak sulungnya, Zaul (5) sedang sekolah di TK.

Astuti tampak bersedih karena suaminya meninggal secara tragis. Seolah kematian suaminya harus berakhir di ujung peluru. Apalagi sebelumnya, kedua abang korban juga meninggal akibat ditembak.

Bukan saja Astusi, para pelayat ke ruaang instalasi gawat darurat RSUD dr Zubir Mahmud itu pun diliputi suasana duka, mulai pukul 13.00-17 00 WIB.

Para sanak famili dan sahabat korban silih berganti masuk ke ruang IGD dengan mata berkaca-kaca saat melihat jasad korban. Sebagian keluarga korban bahkan membacakan Surah Yasin di samping jenazah korban.

Dalam suasana duka tersebut, Serambi sempat bertanya kepada istri korban, mengenai kondisi anaknya, Azam. “Alhamdulillah Azam sehat,” jawab Astuti.

Beberapa jam sebelumnya, bocah itu ditemukan menangis dalam pelukan ayahnya yang bersimbah darah dan tak lagi bernyawa. Terlalu dini dan rumit bagi Azam untuk memahami mengapa ayahnya ditembak. Dia hanya bisa bilang, “Ayah ditembak saat mau naik kereta.”

Kereta yang dia maksud bukanlah kereta api, melainkan sepeda motor Honda Scoopy biru, kendaraan yang digunakan ayahnya untuk membawanya jalan-jalan. Dan, itulah perjalanan terakhir antara sang ayah dengan anak kesayangannya. (Serambinews)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.