-->

Iklan

Sikat Abu Sayyaf Lewat Operasi Militer, Pengamat: Cepat Bebas atau Sandera Dibunuh

Saturday, 2 July 2016, 00:14:00 WIB Last Updated 2016-07-01T17:14:29Z
'/>
Kelompok Abu Sayyaf
Jakarta – Pengamat Militer Wawan Purwanto menilai operasi militer dalam upaya pembebasan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf bak dua sisi mata uang.

“Ada plus minusnya. Pilihannya hanya dua, cepat bebas atau sandera bisa langsung dibunuh,” ujar Wawan kepada Kriminalitas.com, Jumat (1/7).

Namun, operasi militer  dalam upaya pembebasan sandera Abu Sayyaf bisa saja terganjal.

Pasalnya, menurut Wawan, dalam aturan perundang-undangan Filipina, operasi militer merupakan salah satu ‘barang haram’ di negeri tersebut.

“Kecuali kalau kita ada kerja sama bilateral, baru bisa,”

Meski menjadi salah satu pilihan, namun Wawan menilai operasi militer yang diutarakan merupakan langkah yang keluar dari kebiasaan pemerintah Indonesia.

“Selama ini indonesia selalu mengedepankan upaya pendekatan tanpa pertumpahan darah,” tegasnya.

Sebelumnya, Ryamizard mengungkapkan bahwa pemerintah Filipina telah mengizinkan pemerintah Indonesia untuk memasuki wilayah perairan Filipina Selatan untuk membebaskan 7 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Penyanderaan itu menimpa 7 ABK kapal TB Charles di perairan Filipina dekat kepulauan Sulu  pada Senin (20/6). Menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, ketujuh ABK kapal itu diculik oleh Kelompok Al-Habsi yang masih satu jaringan dengan Abu Sayyaf.
(Kriminalitas.com)
Komentar

Tampilkan

  • Sikat Abu Sayyaf Lewat Operasi Militer, Pengamat: Cepat Bebas atau Sandera Dibunuh
  • 0

Terkini

Iklan

Close x />