Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Sebanyak 44 imigran asal Sri Lanka tak dapat memasuki wilayah Indoensia karena tidak memiliki dokumen lengkap. (Antara/Irwansyah Putra)
Jakarta - Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan 44 imigran yang terdampar di perairan Lhoknga, Aceh, sejak Sabtu dua pekan lalu karena kerusakan mesin.

"Kami ingin memberikan bantuan, tapi sekarang kami belum mendapatkan akses itu. Kami terus memberikan informasi kepada pemerintah bahwa kami siap, kami di sana, kami siap berbicara kepada orang-orang itu ketika mereka sudah di daratan," ujar Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas, saat ditemui di Jakarta, Senin (20/6).

Menurut informasi terakhir yang terpantau oleh Vargas, 44 orang tersebut belum diperbolehkan turun dari kapal. Seperti diberitakan The Guardian, aparat bahkan melepas tembakan peringatan ke udara ketika enam perempuan melompat dari kapal dan berupaya mencapai daratan.

Awalnya, otoritas berencana untuk mengawal kapal itu keluar dari perairan Indonesia pada Jumat tengah malam pada pekan itu.

Namun karena cuaca buruk dan mesin kapal rusak, mereka akhirnya ditampung di tenda di pantai dan diberikan bantuan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Jika cuaca sudah membaik, kapal itu akan dikembalikan ke laut.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Ronny Sompie, mengatakan bahwa mereka tetap tidak diperbolehkan masuk lebih jauh ke wilayah Indonesia karena tak memiliki dokumen keimigrasian lengkap.

"Jika kita lihat mereka itu melanggar UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, mereka tidak memiliki dokumen itu. Dengan demkian, berdasar UU, kita bisa menolak mereka, dengan catatan kita memberi bantuan seperti makanan, minuman, termasuk kita bantu perbaikan mesin kapalnya," ucap Ronny kepada CNN Indonesia.com.

Kendati demikian, Vargas tetap menegaskan bahwa dalam kasus apa pun, jika ada kapal imigran yang terdampar di suatu negara, UNHCR sangat berharap dapat diberikan akses untuk bertemu.

"Sangat penting bagi kami untuk berbicara dengan mereka dan mendengarkan apa yang mereka butuhkan dan mencari tahu apakah ada dari mereka yang mencari suaka," tutur Vargas.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan UNHCR dan IOM untuk mengatasi masalah ini.

Vargas pun mengakui hal itu, "Kami sudah berkoordinasi sejak kapal itu diberitakan terombang-ambing. Kami sudah meminta akses ke semua tingkat pemerintahan. Kami belum mendapatkan akses dan kami terus mengingatkan bahwa kami siap membantu pemerintah mencarikan solusi."

Amnesty International pun menyerukan agar pemerintah mengizinkan imigran itu untuk diproses secara layak oleh UNHCR ketimbang melakukan "taktik intimidasi."

"Indonesia merisikokan citra baik yang sudah tercipta ketika mereka menyediakan bantuan kepada ratusan pengungsi dan imigran yang terdampar di Laut Andaman pada tahun lalu," ujar Direktur Kampanya Asia Pasifik dan Timur Amnesty International, Josef Benedict, merujuk pada ratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh tahun lalu. (CNN)
 
loading...

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) belum mendapatkan akses untuk bertemu dengan 44 imigran yang terdampar di perairan Lhoknga, Aceh, sejak Sabtu dua pekan lalu karena kerusakan mesin. "Kami ingin memberikan bantuan, tapi sekarang kami belum mendapatkan akses itu. Kami terus memberikan informasi kepada pemerintah bahwa kami siap, kami di sana, kami siap berbicara kepada orang-orang itu ketika mereka sudah di daratan," ujar Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas, saat ditemui di Jakarta, Senin (20/6). Menurut informasi terakhir yang terpantau oleh Vargas, 44 orang tersebut belum diperbolehkan turun dari kapal. Seperti diberitakan The Guardian, aparat bahkan melepas tembakan peringatan ke udara ketika enam perempuan melompat dari kapal dan berupaya mencapai daratan.

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.