Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Kapal yang ditumpangi warga etnis Tamil oleng di perairan Lhoknga, Aceh Besar, Selasa 21 Juni 2016 (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Kapal warga Sri Lanka etnis Tamil yang kandas di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, kini sudah dalam kondisi miring 45 derajat. Akibatnya, mesin dan bagian dalam kapal terendam air laut.

Pantauan detikcom, kapal besi warna hijau itu masih berada di bibir pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Selasa (21/6/2016). Bagian kanan kapal sudah dalam kondisi miring. Gelombang laut masuk ke dalam kapal sehingga menyebabkan mesin dipenuhi air.

Olengnya kapal disebabkan badai dan gelombang tinggi yang menghempas kawasan tersebut tadi malam. Kondisi kapal saat ini sudah susah untuk ditarik dan digiring ke tengah laut. Dua alat berat yang sebelumnya berada di lokasi, kini sudah menjauh dari bibir pantai.

Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh Achmad Samadan, mengatakan, keputusan pemerintah masih menginginkan kapal tersebut digiring keluar perairan Indonesia. Namun yang menjadi kendala sekarang yaitu faktor cuaca.

"Kalau sekarang sudah tidak mungkin ditarik. Tapi kita tunggu situasi dan kondisinya," kata Samadan di lokasi.

Lalu, masih mungkinkah kapal tersebut diperbaiki? "Untuk sekarang tidak memungkinkan tapi kalau mau masih bisa diperbaiki. Apakah mau seperti itu atau bagaimana, nanti kita lihat," ungkap Samadan.

Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk membahas masalah warga etnis Tamil tersebut. Meski begitu, pemerintah masih berusaha untuk membawa mereka keluar dari Indonesia.

"Masih memungkinkan mereka ditarik lagi," jelasnya.

Hingga saat ini, gelombang tinggi masih melanda Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar. Selain itu, hujan gerimis juga mengguyur.

Kapal yang mengangkut 44 warga etnis Tamil itu terdampar di Perairan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (11/6). Saat ini, para pengungsi ditempatkan di penampungan dekat pantai.
(detik.com)
loading...
Label: ,

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.