Abdiya aceh Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Agama Aksi 112 Aksi 313 Aleppo Artikel Artis Auto Babel Baksos Bambang Tri Banda Aceh Batu Akik Bencana Alam Bendera Aceh Bergek Bireuen Bisnis BNN BNPB Bom Kampung Melayu Budaya Carona corona Cuaca Cut Meutia Daerah Dana Bos Deklarasi Akbar PA Deplomatik Depok Dewan Pers DPR RI Editorial Ekomomi Ekonomi Energi Feature Fito FORMATPAS Foto FPI Gampong Gempa Aceh Gempa Palu Gunung Sinabung Haji HAM Hathar Headlines Hiburan Hindia History Hotel Hukum Humor HUT RI i ikapas nisam Indonesia Industri Info Dana Desa Informasi Publik Inspirasi Internasional Internet Iran Irwandi-Nova Irwndi Yusuf IWO Jaksa JARI Jawa Timur Jejak JKMA Kemenperin Kemenprin Kesehatan Khalwat KIP Kisah Inspiratif Korupsi Koruptor KPK Kriminal Kriminalisasi Kubu Kuliner Langsa lgbt Lhiokseumawe Lhokseumawe Lingkungan Listrik Lombok Lowongan Kerja Maisir Makar Makassar Malaysia Malware WannaCry Masjid Milad GAM Mitra Berita Motivasi Motogp Mudik Mudik Lebaran MUI Musik Muslim Uighur Nanang Haryono Narkotika Nasional News Info Aceh Nisam Nuansa Nusantara Obligasi Olahraga Ombudsman Opini Otomotif OTT Pajak Palu Papua Parpol PAS Patroli Pekanbaru Pelabuhan Pemekaran Aceh Malaka Pemekaran ALA Pemerintah Pemilu Pendidikan Pengadilan Peristiwa Pers Persekusi Pertanian Piala Dunia 2018 Pidie Pidie Jaya Pilkada Pilkada Aceh PKI PLN PNL Polisi Politik Poso PPWI Presiden Pungli PUSPA Ramadhan Ramuan Raskin Riau ril Rilis Rillis rls Rohingya Rohul Saladin Satwa Save Palestina Sawang Sejarah Selebriti Senator Sosok Sport Status-Papua Sumatera Sunda Empire Suriah Syariat Islam T. Saladin Tekno Telekomunikasi Teror Mesir Terorisme TGB Thailand TMMD reguler ke-106 TNI Tokoh Tsunami Aceh Ulama USA Vaksin MR vid Video vidio Waqaf Habib Bugak Warung Kopi Wisata YantoTarah YARA

Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Syahrul, M.Si, memimpin apel pagi di dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Banda Aceh, Senin, 22/2.
Banda Aceh - Asisten III Setda Aceh bidang Administrasi Umum, Syahrul Badrudin, menghimbau kepada seluruh Pegawai di Lingkup Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh untuk meninggalkan perilaku dan cara berfikir koruptif yang selama ini telah menggerogoti sisi kemanusiaan seseorang.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Inspektur Aceh itu dalam arahan singkatnya selaku Pembina Upacara, pada Apel memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tahun 2016, yang dipusatkan di Lapangan Upacara Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, (Senin, 22/2/2016).

"Selama ini, mainset atau cara berfikir korupsi sudah ada sejak awal penyusunan anggaran. Saat menyusun anggaran kita sudah mencari celah, berapa fee atau bagian untuk kita. Ini adalah salah satu hal yang membuat karut marut wajah Pegawai Negeri Sipil di Aceh,” ungkap Syahrul.

Oleh karena itu, Asisten II menekankan kepada semua pihak untuk tidak lagi mencari celah korupsi saat merancang suatu prograsm pembangunan karena hal tersebutbukan hanya berakibat padatidak maksimalnya pembangunan tetapi juga mengakibatkan seseorang terjerat kasus hukum.

“Selama ini kita hanya bertuhan di Masjid, nah begitu keluar dari Masjid langsung kembali prilaku-prilaku korupsi. Kita hanya takut dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) padahal hukuman dari lembaga itu hanya 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun penjara. Kita lupa bahwa hukuman dari Sang Pencipta di hari akhir lebih pedih dan dahsyat,” ujar Syahrul mengingatkan.

Selain prilaku koruptif, lanjut Syahrul, kedisiplinan pegawai juga menjadi salah satu catatan buruk yang harus segera dibenahi. Hal ini juga sering dikritisi oleh masyarakat.

“Banyak PNS maupun pegawai kontrak yang berkeliaran di luar kantor pada saat jam dinas. Oleh karena itu sistem pengawasan harus kita perluas. Mulai saat ini, petugas Satuan Pengamanan dan pegawai kontrak pun bisa mengawasi kinerja kita. Semua harus saling mengawasi, baik dalam hal kedisiplinan maupun korupsi, ” pesan Syahrul.

Demi penegakan disiplin pegawai, usai dilantik sebagai Asisten III Setda Aceh, Syahrul langsung menerapkan berbagai aturan yang telah ada. Syahrul juga berharap kedisiplinan bukan hanya kewajiban para staff tetapi juga kewajiban sang pemimpin.

“Atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya. Tidak boleh pimpinan memerintahkan staf hadir pukul 08.00 WIb, tapi sang pimpinan justru belum hadir, ini adalah kebiasaan yang salah. Oleh karena itu, demi menegakkan kedisiplinan, maka kitra sudah mulai tegas dengan mekanisme pemotongan TPK bagi pegawai yang melakukan pelanggaran kedisiplinan,” lanjut Syahrul.

Syahrul juga mengingatkan agar para tenaga kontrak dapat bekerja dengan baik dalam membantu tugas-tugas para PNS, dan tidak melakukan pelanggaran kedisiplinan. “Untuk tenaga kontrak, jika melakukan pelanggaran, maka akan kita evaluasi apakah akan kita pertahankan atau kita putus kontraknya.”

Humas Islami Menyampaikan Kebenaran
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga menegaskan tentang pentingnya posisi kehumasan yang Islami demi menyampaikan berbasgai hal kepada masyarakat, bukan hanya pencapaian program pembangunan tetapi juga kedisiplinan para pegawai.

“Pencitraan bukan membungkus kebohongan tetapi menyampaikan apa adanya, itulah Humas yang Islami. Oleh karena itu kami berharap ada sinergi yang baik antara Humas Setda dengan seluruh SKPA, bukan semata menyampaikan program kerja tetapi juga kinerja para pegawai sebagai tanggungjawab kita kepada masyarakat,” tambah Syahrul.

Pada Apel yang dipimpin oleh Asisten III Setda Aceh itu turut pula dilakukan pembacaan dan Penandatanganan Pakta Integritas pejabat esselon III dan IV di jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.(Ril)
loading...
Label: ,

Post a comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

StatusAceh.Net. Theme images by i-bob. Powered by Blogger.